

| Ketika Novel Berada Dalam Novel |
|
|
|
| Written by Administrator |
| Friday, 05 February 2010 11:09 |
|
Oleh Gebyar Ahadiakbar Gustianadireja
Penulis : Nuril Basri Tebal Buku : 301 Halaman Penerbit : Gagasmedia Tahun Terbit : 2009 “Saya hanya ingin menjadi seorang penulis. Tidak lebih dari itu. Saya tidak peduli orang mau bilang apa. Tidak peduli pada orang lain adalah peraturan pertama dalam hidup saya, termasuk apa yang mereka katakan. Saya tegaskan sekali lagi, saya hanya ingin menjadi seorang penulis. Orang-orang, kadang, tidak mengerti hal itu. Dan, setiap kali saya menjelaskan, mereka hanya akan menganggap saya gila”.[hal 2]. Kutipan di atas merupakan statement dari Pramana, seorang mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Oregon University, Amerika Serikat. Pram, demikian sapaan akrabnya , ialah seorang pria yang anti sosial. Ia sangat tidak peka dan rendah kepeduliannya terhadap kehidupan di sekitarnya. Ia tak begitu peduli pada teman-temannya, bahkan membenci mereka tanpa sebab. Sifat belagu dan tinggi hati membuatnya hidup dalam kesendirian. Pram memiliki hobi menulis, baginya menulis adalah sesuatu yang membuat dia betah dengan dunianya. Dengan menulis, ia bisa menghilangkan beban yang bernaung di kepalanya. Ia pun menciptakan berbagai macam tokoh dalam novel yang digarapnya. Dia menciptakan seorang tokoh bernama Halo, seorang wanita buruk rupa dan selalu bernasib sial. Dalam cerita yang digarap Pram, dikisahkan pada suatu hari Halo terkena sial karena sebuah kebodohan yang ia perbuat. Namun dari kejadian yang dialaminya, Halo mendapatkan sosok-sosok sahabat baru dalam hidupnya yang membuatnya tak merasa hidup sendirian. Lewat sahabat-sahabat barunya itu, Halo merasakan arti dari kebersamaan. Hingga suatu saat Halo mendapati sahabatnya yang bernama Rio meninggal dunia. Tanpa pikir panjang Halo mencari cara untuk menghidupkannya kembali walaupun rasanya itu tidak mungkin. Halo sangat menyayangi Rio, ia pun berisikukuh untuk membuatnya hidup kembali. Imajinasi Pram yang begitu liar membuatnya selalu depresi ketika tokoh-tokoh yang ia ciptakan datang menerornya. Hampir tidak ada batas antara kenyataan dan imajinasi yang ia ciptakan, sampai suatu saat Pram terperosok jatuh dari bukit salju karena ia didorong oleh Al yang juga salah satu tokoh imajinasi dalam novelnya. Tekanan demi tekanan datang menghampiri Pram membuat ia dikuasai tokoh-tokoh yang diciptakannya. Kekurangan novel ini tidak hanya dari segi karakteristik tokoh. Sebagian paragraf yang ditulis oleh penulis sedikit kurang terperinci. Hal tersebut dilihat dari cerita yang dibuat oleh si penulis pada kisah Halo yang jalan ceritanya kurang, terkesan singkat dan kurang terdeskriptif. Novel ini adalah novel ketiga yang dibuat oleh Nuril Basri. Sebelumnya ia telah membuat novel yang berjudul Bijikaka (2007), Banci Kalap (2008), Mas Suka Masukin Aja (2008) dan Terowongan Rumah Sakit (2008). Novel barunya yang berjudul ‘Halo, Aku Dalam Novel’ mengambil perspektif cerita dari sisi psikologi yang cukup membuat para pembaca ‘naik darah’ dengan keangkuhan tokoh Pram. Ditambah ia menciptakan novel di dalam novel yang membuat ada dua cerita yang berbeda. Latar tempat yang menjadi setting novelnya tersebut berdasarkan pengalaman si penulis ketika ia sedang berada di Oregon, Amerika Serikat. Tak heran bila pendeskripsian tempatnya cukup mendetail pada setiap adegan dalam novelnya dan tidak mengada-ngada. Novel ini layak untuk dibaca karena para pembaca akan menemukan rasa yang berbeda dari novel-novel lain pada umumnya. Banyak hal-hal yang menarik yang bisa dikutip dari novel ini. Semangat Pram yang ingin menjadi seorang penulis pun bisa mengilhami para pembaca yang juga berobsesi menjadi seorang penulis. |
| Last Updated on Friday, 05 February 2010 11:34 |

Powered by Joomla!. Designed by: Free Joomla Theme, what is reverse dns. Valid XHTML and CSS.