.
Monday 06th of September 2010    

Peran Pers dan Kampus dalam Pemantauan Pemilu PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Saturday, 14 February 2009 10:41

 

Tamansari, Jumpa Online

Pemilu 2009 memang menjadi ajang besar bagi seluruh warga Negara Indonesia karena menyangkut pemilihan wakil rakyat dan pemimpin Indonesia lima tahun kedepan. Namun, tidak hanya itu pemilu juga menunjukkan seberapa dewasa masyarakat Indonesia dalam berdemokrasi.

Itu adalah bagian pembuka dari diskusi yang diadakan oleh Jaringan Pewarta Mahasiswa Independen (JaPMI) bekerjasama dengan Tempo serta enam Pers Mahasiswa Bandung. Acara ini berlangsung di Aula Unpas Tamansari pada Sabtu (14/2). Diskusi ini membahas bagaimana peran pers dan kampus seharusnya dalam pemantauan pemilu. Pembicara dalam diskusi ini adalah Nezar Patria (Ketua AJI Pusat), Ahmad Taufik (Tempo), Ahmad Heri (anggota KPU Jabar), Angga Sukma W (Ketua JaPMI). Peserta yang hadir berasal dari mahasiswa dan berbagai persma yang ada di Jawa Barat dan Jakarta.


Acara dimulai dengan lawakan Nezar terhadap Sekretariat LPM Jumpa Unpas. “Baunya, alas tidurnya, dan komputernya yang sudah menguning mengingatkan saya waktu menjadi jurnalis mahasiswa di Yogjakarta,” tuturnya. Tapi yang penting bagi seorang mahasiswa itu adalah semangatnya, tambah Nezar.

Berbicara mengenai pers sebagai pengawas pemilu, harus mengambil peran untuk memberikan pembelajaran politik serta menjadi penguji dari konsep-konsep para caleg, capres, dan cawapres. Dia (pers.red) pun harus memaparkan bagaimana perjalanan suatu partai politik itu, agar masyarakat bisa jeli dalam memilih.

Ada hal-hal yang sangat sering dipertanyakan kepada media mengenai perannya tersebut. Seberapa independenkah media dalam hal ini? Menurut Nezar Patria bahwa masyarakat yang akan menilai seberapa independen sebuah media itu karena masyarakat Indonesia cerdas untuk memilih sebuah media yang berkualitas. Karena taruhan sebuah media itu adalah konten di dalamnya. Pemberitaan dan iklan harus punya pagar api. Artinya tidak saling menggagu kepentingan masing-masing.

Posisi sebagai pemantau di sini sangatlah penting. Ketika masyarakat dan kondisi pemilu sekarang dikuasai oleh caleg-caleg dan calon pemimpin yang punya konsep mengawang dan tidak jelas, ungkap Taufik.
 
Selain pers, peran kampus sebagai tempatnya para mahasiswa yang juga punya tanggung jawab untuk mengawasi bagaimana pemilu ini berjalan. Karena menurut para panelis, partai politik sekarang sudah tidak bisa lagi menjadi pengawas pemilu. Tujuan mereka hanyalah meraih massa di masa kampanye sekarang. Peran yang seharusnya parpol punya yaitu menampung, menyalurkan, dan memberikan pembelajaran politik pada masyarakat itu ternyata tidak dijalankan.

Menurut Angga, mahasiswa khusunya dalam konteks pers mahasiswa harus bisa menyadari bahwa dia mempunya fungsi dan tanggung jawab ganda. Yaitu, sebagai pers dan sebagai mahsiswa.

Pers mahasiswa harus bisa mengambil peran sebagai pengawas pemilu juga sebagai pemantau terhadap media-media mainstream yang ada. (Ek)

 

Last Updated on Saturday, 23 May 2009 14:50
 
bottom

Powered by Joomla!. Designed by: Free Joomla Theme, what is reverse dns. Valid XHTML and CSS.