.
Monday 06th of September 2010    

Mahasiswa dan Peranannya dalam Demokratisasi PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 19 May 2009 14:43
Tamansari, Jumpa Online

Demokrasi merupakan lawan dari otorianisme. Dalam demokrasi itu mensyaratkan adanya kebebasan, keberagaman tapi harus adanya rasionalitas dalam hal itu.

Itulah sebagian hasil diskusi yang diadakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa JUMPA Unpas yang diadakan pada Kamis,(7/5/09). Dalam diskusi yang bertemakan Peran Mahasiswa untuk Mendorong Demokratisasi, Dimulai dari Kampus ini menghadirkan pembicara dari kalangan Mahasiswa, birokrat kampus, dan penulis. Budiana Irmawan (penulis), M. Yaya Abdul Aziz (PR III Unpas), Mei Susanto (Wakil Ketua BEM Bandung Raya), Eka Rachma Kurniasi (Ketua Umum LPM Jumpa). Sebagai Moderatornya Reza Yusup (Sekum JUMPA).

Dalam diskusi ini Menurut Eka bahwa kehilangan esensi dari sebuah demokratisasi di Kampus. Ketika proses dialogis itu sudah jarang terlihat. Demokrasi menurut beberapa pemikir merupakan “arena kosong” atau tidak adanya dominasi dari salah satu kelompok. Kemudian Menurut Budiana bahwa rasionalitas di dalam hal ini penting karena keberagaman tanpa rasionalitas akan terjadi anarkis. Di dalam demokrasi ada kelompok yang menolak demokrasi dan jika percaya dengan demokrasi maka kelompok itu tidak bisa kita tolak. Karena menurut Budiana, itulah paradoks dari demokrasi.

Ketidakpahaman masyarakat mengenai demokrasi juga menurut Budiana karena ketidakpahaman terhadap politik. Banyak yang menyalahkan sistem demokrasi dengan keadaan yang sekarang, dan mereka berharap dengan demokrasi dapat menyelesaikan semuanya,padahal tidak. Karena itu sebelum berbicara demokrasi seharusnya kita mengembalikan dulu pemaknaan terhadap politik. Menurut Aristotelian bahwa politik itu mulia, karena dia membedakan ranah publik dan privat.

Berbicara mengenai demokratisasi yang dimulai dari Kampus, maka tidak lepas dari mahasiswa. Menurut Mei bahwa kondisi mahasiswa saat ini seperti kehilangan jati diri. Menurut dia dalam menjalankan demokrasi, ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu supremasi hukum dan penegakan HAM. Menurut Yaya bahwa perubahan itu memang dimulai dari para intelegensi yaitu mahasiswa. Dan Indonesia memerlukan SDM yang berkualitas untuk membangun Bangsa dan itu lahir dari mahasiswa dan pemuda.

Namun, jika melihat fenomena kampus, yang harusnya proses pembelajaran itu merupakan suatu yang dialogis artinya harus adanya kesetaraan subjek dengan subjek, tapi ternyata mahasiswa hanya dijadikan objek saja. Maka patut dipertanyakan kembali, demokratisasi di Kampus sendiri sudah dijalankan atau belum.

Peserta pun antusias untuk mengemukakan pendapatnya seputar tema ini. Pertanyaan seputar bagaimana agar peran mahasiswa itu tidak hanya sebatas hal-hal yang taktis dan reaksioner. Serta bagaimana melibatkan masyarakat dalam demokrasi karena masyarakat hanya dilibatkan dalam lima tahun sekali.

Menurut defenisi dari Gramsci bahwa kaum intelektual itu itu terbagi menjadi dua yaitu intelektual tradisional dan intelektual organik. Dan mahasiswa harusnya menjadi intelektual organik karena dia berada ditengah-tengah masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Karena kita harusnya melihat persoalan dari kesadaran kritis karena dialog itu tejadi ketika subjek melihat persoalan. Potret saat ini, banyak orang melihat demokrasi sebagai kebebasan. Padahal jika kita melihat kembali perspektif demokrasi dari beberapa pemikir seperti Amartya Sen, bahwa demokrasi akan berhasil ketika kesejahteraan tercapai.

Terakhir mengenai proses dialogis yang terjadi di kampus, semua pembicara sepakat bahwa proses itu harus dilakukan terus menerus di kampus. Dan Menurut Mei, dengan diskusi-diskusi seperti ini proses situ sudah terjadi, “Ini sesuatu langkah yang positif ketika mahasiswa dan birokrat kampus duduk bersama seperti ini, “ tuturnya.

Diskusi yang berlangsung sekitar tiga jam itu pun selesai dan ditutup oleh penampilan musikalisasi puisi dari Anggota Muda LPM JUMPA. Dalam acara ini hadir sekitar 30 peserta yang berasal dari persma di Bandung, mahasiswa Unpas, UI, dan Unpad. (Ek)
Last Updated on Friday, 12 June 2009 09:16
 
bottom

Powered by Joomla!. Designed by: Free Joomla Theme, what is reverse dns. Valid XHTML and CSS.