|
Ketika Novel Berada Dalam Novel |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Friday, 05 February 2010 11:09 |
|
Oleh Gebyar Ahadiakbar Gustianadireja Judul Buku : Halo, Aku Dalam Novel Penulis : Nuril Basri Tebal Buku : 301 Halaman Penerbit : Gagasmedia Tahun Terbit : 2009 “Saya hanya ingin menjadi seorang penulis. Tidak lebih dari itu. Saya tidak peduli orang mau bilang apa. Tidak peduli pada orang lain adalah peraturan pertama dalam hidup saya, termasuk apa yang mereka katakan. Saya tegaskan sekali lagi, saya hanya ingin menjadi seorang penulis. Orang-orang, kadang, tidak mengerti hal itu. Dan, setiap kali saya menjelaskan, mereka hanya akan menganggap saya gila”. [hal 2].
Kutipan di atas merupakan statement dari Pramana, seorang mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Oregon University, Amerika Serikat. Pram, demikian sapaan akrabnya , ialah seorang pria yang anti sosial. Ia sangat tidak peka dan rendah kepeduliannya terhadap kehidupan di sekitarnya. Ia tak begitu peduli pada teman-temannya, bahkan membenci mereka tanpa sebab. Sifat belagu dan tinggi hati membuatnya hidup dalam kesendirian.
|
|
Last Updated on Friday, 05 February 2010 11:34 |
|
Read more...
|
|
|
Kisah Seorang Jendral Di Masa Orde Baru |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Friday, 12 June 2009 10:12 |
Oleh Akbar Sayudi
Judul : A.H. Nasution di Masa Orde Baru
Penulis : Drs. Bakri A.G. Tianlean
Penerbit : Mizan
Tahun : Oktober 1997
Tebal : 261 halaman
“Jendral Banyak Bekas”(hal 53).
Kutipan di atas merupakan salah satu judul prakata yang ada dalam buku ini. Judul tersebut disambung dengan kiprah Jendral Purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Abdul Haris Nasution merupakan tokoh yang diceritakan dalam buku ini.
|
|
Last Updated on Friday, 12 June 2009 10:18 |
|
Read more...
|
|
Bukan Sekadar Koran Mahasiswa |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Friday, 12 June 2009 09:58 |
Oleh Dewi Purnamasari
Judul : Politik dan Ideologi Mahasiswa Indonesia
Penulis : Francois Raillon
Penerjemah : Nasir Tamara
Penerbit : LP3S
Tahun : Desember 1985
Tebal : xii + 361 halaman
Kemelut pers Indonesia yang diberendel pasca peristiwa G-30 S/PKI menyebabkan kekosongan pers. Sekitar tahun 1966, pers bangkit kembali yang ditandai dengan lahirnya beberapa pers baru dan pers yang diberendel pun terbit kembali. Salah satu pers yang terbit waktu itu adalah koran Mahasiswa Indonesia.
|
|
Last Updated on Friday, 12 June 2009 10:11 |
|
Read more...
|
|
|
Kritik Pengklasifikasian Tunggal Identitas |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Tuesday, 28 April 2009 01:26 |
Oleh M. Reza Yusup
Judul : Kekerasan dan Ilusi Tentang Identitas
Penulis : Amartya Sen
Penerbit : Marjin Kiri
Tahun : 2007
Tebal : 238 halaman + xxxii
“Sesungguhnya, sumber utama potensi konflik di dunia kontemporer ini adalah beranggapan bahwa orang bisa secara mutlak dikategorikan berdasarkan agama atau budayanya saja”.(XXVI)
|
|
Last Updated on Friday, 12 June 2009 09:41 |
|
Read more...
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 27 April 2009 14:50 |
Oleh Dewi Purnamasari
Judul : Agenda - Mendesak Bangsa, Selamatkan Indonesia!
Penulis : Mohammad Amien Rais
Penerbit : PPSK Press
Tahun : Mei 2008
Tebal : xv+298 halaman
Dewasa ini kondisi Indonesia sangat memprihatinkan. Kemerdekaan dan kedaulatan yang telah diraih selama 63 tahun seakan tergadaikan begitu saja pada kekuatan asing. Menurut Amien dalam bukunya, kita telah kehilangan kemandirian dan kedaulatan ekonomi, yang kemudian mengakibatkan melemahnya kedaulatan politik, diplomatik, pertahanan, dan militer.
|
|
Last Updated on Friday, 12 June 2009 09:48 |
|
Read more...
|
|
|
|
|
|